Powered By Blogger

Selasa, 31 Januari 2012

Kidung Rindu Untukmu, Duhai Siraj Al Munir




1/
Aku mencelupkan ingatanku pada sebuah nama,  
tentang  manusia berjiwa malaikat yang hidup dalam tempurung waktu beraba-abad lalu,
Namun wanginya namanya tak hilang ditimbun zaman
Kasih dan cintanya serupa cahaya,  menerangi semesta, menembusi ruang dan waktu bermilyar milyar jaraknya.
Dialah putra Abdullah.
Muhammad kekasih Allah.

2/
Belum kering dalam ingatan, riwayatmu yang berloncatan dari bibir-bibir guru ngajiku, juga amalan-amalan yang menjadi sunahmu.
Lalu rindu menjumpaimu merambati ulu hatiku, menikam, merepih memilu, membiru tanpa redam
Kemarau telah dipinang musim, daun jati meranggas satu-satu, namun cintamu bukan jati, yang dapat meranggas sewaktu-waktu.

3/
Halusnya budimu, lembutnya lakumu, serta mulianya semangatmu membuatku mengerti mengapa kau disebut kekasih bagi ilahi Rabbi.  
Hingga kidung-kidung shalawat dilangitkan untumu, Duhai Siraj al-Munir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar