Powered By Blogger

Selasa, 14 Februari 2012

Tentang Rindu yang Kelak Tertunai


Kelak rindu ini tertunai, oleh engkau yang akan membersamaiku menjinakan hujan dan kemarau. 
*1



Akan tiba waktunya engkau menjadi pakaianku-aku menjadi perhiasanmu, lalu saling bergenggaman tangan untuk menuju imperium baru. 
*2



Biarlah di tigaratus purnama usiaku yang hampir purna kita masih dibentangkan jarak, kelak kita telan jarak itu bulat-bulat, hingga ia melebur dalam baur, dan aku menjadi pengamin setia doa-doamu. 
*3



Lalu, pendar-pendar cahaya menjelma satu per satu, membias, menyejarah dalam payungan matahari; Jundi-jundi kita.
*4




Sebab rindu yang sebegini derasnya hanya kita yang akan merasakan. Sampai nanti saat senja menganiaya usia, raga kita tak lagi mampu, namun jiwa tetap berpeluk-peluk.
*5




Maka jagalah selalu semesta kecil di dada kita; Qolbu. Agar saat temu nanti benar-benar nyata, buncahan rindunya, letupan cintanya menggetarkan kaki-kak surga. Melesat hingga ke jannah-Nya. ---Aamiin yaa Mujibassailiin---
*6



Lampung, 14 Februari 2012 (Bukan karena hari valentine, Say no to Valentine)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar